Kebangkitan West Ham dan Penebusan Dosa David Moyes

Kompetisi Premier League musim 2020/2021 dikejutkan dengan hadirnya sosok baru dipapan atas klasemen kasta tertinggi sepakbola Inggris, yaitu hadirnya West Ham United yang menjelma menjadi kompetitor serius untuk perebutan tiket ke zona eropa musim depan walaupun mungkin realistisnya The Hammers hanya sanggup masuk ke Europa League, atau kasta kedua kejuaraan antarklub Eropa.

Tapi, hal itu bukanlah hal yang biasa saja bagi klub yang saat ini bermarkas di Royal London Stadium tersebut. Pasalnya, dari sekian banyak nama yang sudah coba didaratkan hingga mencoba nama Manuel Pellegrini sebagai pelatih tak kunjung membuat The Hammers bisa mencicipi manisnya bermain di kompetisi Eropa. Dan kini West Ham bisa berharap untuk bermain di tengah pekan pada musim depan dengan seseorang yang sempat dianggap gagal menukangi tim besar, David Moyes.

Sempat dianggap gagal dan mempermalukan dirinya sendiri ketika menjadi arsitek Manchester United selepas pensiunnya Sir Alex Ferguson membuat Moyes sedikit kehilangan kepercayaan dirinya. Parahnya lagi, manajer asal Skotlandia diputus kontraknya oleh manajemen Manchester United padahal masih menyisakan beberapa tahun lagi dan dengan jangka waktu yang cukup lama.

Sederet hasil buruk dan membuat United tak bermain di Champions League nampaknya tak bisa dimaklumi oleh fans dan manajemen Red Devils, terpaksa Moyes harus angkat kaki dari Old Trafford lebih cepat daripada kontrak yang semestinya.

Gagal di Manchester United, Bangkit di West Ham United

Pada saat baru didapuk menjadi manajer Manchester United, David Moyes awalnya disambut hangat dan digadang-gadang mampu menjadi suksesor Sir Alex. Apalagi, mereka berdua sama-sama berasal dari Skotlandia. Ternyata, fakta memang terkadang tak sesuai dengan harapan awal. Moyes tak mampu memikul ekspektasi besar publik Old Trafford dan bahkan sempat dikabarkan tak bisa meredam ego besar pasukan Setan Merah saat itu.

Transfer pemain yang dilakukan pun seperti panic buying dan terkesan tidak terstruktur dengan baik. Dibawah David Moyes, United hanya mampu memboyong nama Marouane Fellaini yang memang merupakan eks anak asuh Moyes di Everton. Dari ekspektasi Thiago Alcantara dan nama besar lainnya, hanya gelandang Belgia berambut kribo saja yang mampu didaratkan ke Old Trafford.

Sempat Degradasi Bersama Sunderland

Pada Liga Primer Inggris musim 2016/2017, David Moyes sempat ditunjuk sebagai juru taktik Sunderland yang saat itu sedang berjuang dari zona merah. Mungkin saja Moyes saat itu kehilangan kepercayaan dirinya karena pengalaman sebelumnya di Manchester United. Alhasil, Sunderland pun saat itu mengakhiri musim dengan degradasi ke divisi Championship setelah tak mampu bersaing lagi.

Misi Penebusan Dosa di West Ham United

Saat ini West Ham United masih bersaing demi tiket Liga Champions ketika Premier League sudah memasuki matchweek 32. Dengan enam pertandingan tersisa, Siapa sangka bahwa The Hammers memiliki jumlah poin yang sama dengan Chelsea di peringkat empat dan hanya selisih empat angka dari peringkat ketiga, Leicester City. Perjuangan West Ham musim ini cukup mengejutkan. Musim lalu, Tomas Soucek dan kawan-kawan hampir terdegradasi.

Ini adalah musim penuh pertama Moyes menukangi The Hammers. Sebelumnya, manajer Skotlandia hanya diberikan tugas jangka pendek. Pada 2017/18, Moyes menggantikan Slaven Bilic yang dipecat dan diminta membawa klub bertahan di Premier League. Namun, pelatih Skotlandia itu tak dipermanenkandan manajemen West Ham lebih memilih nama Manuel Pellegrini dengan statusnya sebagai mantan pelatih Manchester City yang sukses memenangkan banyak gelar.

Sekarang, Moyes berhasil memulihkan reputasinya di sepakbola dengan West Ham. Pria kelahiran Glasgow menbuktikan bahwa ia masih bisa bersaing di Premier League. Di London Stadium, Moyes berhasil membayar waktu dan dukungan yang total diberikan fans.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code